strategi pelaksanaan keperawatan jiwa

11 03 2012

CONTOH STRATEGI PELAKSANAAN

TINDAKAN KEPERAWATAN JIWA PADA KELUARGA

(SP KELUARGA)

 

  • Masalah           :Gangguan Sensori Persepsi Halusinasi (Pendengar)
  • Pertemuan       :ke 5 (Lima)

 

  1. PROSES KEPERAWATAN
  2. Kondisi :
    1. Pasien:

Pasien telah mengetahui beberapa cara untuk melawan halusinasi,pasien berada di ruang tidur pasien, mengenakan baju rapi sedang duduk tenang.

  1. Keluarga:

Keluaga belum belum mengetahui cara merawat pasien saat halusinasinya muncul,keluaga berada diruangan menunggui anaknya.

  1. Diagnosa:Resiko mencederai diri , lingkungan dan orang lain b/d ganguan sensori persepsi :Halusinasi
  2. TUK:

Keluarga dapat terlibat dalam merawat pasien baik di rumah sakit maupun dirumah.

5.1.Keluarga mampu mengidentifikasi maslah keluarga dalam merawat pasien

5.2.menjelaskan proses terjadinya hakusinasi

5.3.menjelaskan cara merawat pasien.

5.4.menyusun jadwal keluarga untuk merawat pasien

B.STATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN (SP)

            Pada suat hari tepatnya hari minggu jam 9 pagi dirumah sakit jiwa Lawang terlihat seorng bapak dan ibu sedang menunngui anaknya yang mengalami gannguan halusinasi di ruang kamar pasien.

  1. Orientasi
    1. salam terapeutik

perawat:assalamu’alaikum bapak/ibu

Bapak & ibu: wa’alaikum salam sus…

Perawat: saya perwat dina,saya yang merwat anak bapak dan Ibu

Bapak: iya sus…

 

  1. Evaluasi

Perawat: bagaimana perasaan Bapak/Ibu hari ini?

Ibu:      saya merasa sedih sus melihat anak saya seperti ini.

Perawat: ’’Ibu yang sabar ya,saya akan berusaha membatu untuk kesembuhan anak ibu

Ibu: ya sus,terima kasih

Perawat: Apa pendapat ibu tentang anak Ibu?

Ibu:anak saya masih masih sering menyendiri dan berbicara sendiri tiba-tiba berteriak teriak..

Perawat:Jadi anak ibu halusinasinyabelum terkontrol ya bu?

Ibu:iya sus saya takutdengan kondisi anak kami yang seperti ini.

  1. Kontrak

Perawat:Hari ini kita akan berdiskusi tentang masalah apa yang anak bapak dan ibu alami dan bantuan apa yang bapak dan ibu bisa berikan’’

Ibu: iya sus…

Perwat: kita mau berdiskusi dimana bu?’’

Bagaimamna kalau diruang wawancara’’?

                        Ibu:iya sus..

                        Perawat: Berapa lama waktu bapak dan ibu untuk berdiskusi?

                        Ibu: Bagaimana kalau 15 menit saja sus

                        Perawat: baiklah ibu…

Mari kita menuju ruang wawancara

Perawat ,bapak dan ibu meninngalkan pasien diruangannya dan menuju ruang wawancara untuk mendiskusikan tentanghalusinasi dan cara caramerawat pasien halusinasi.

2.Kerja:

Perawat: silahkan duduk bapak dan ibu

Ibu dan bapak: iya sus…

Perawat: apa yang bapak /ibu rasakan menjadi maslah dalam merwat ’’W”?

Bapak: kami masih belum bisa menghadapi anak kami saat berbicara sendiri dan berteriak teriak sendiri.

Perawat: apa yang ibu / bapak lakukan?

Ibu: kami hanya bisa menyuruhnya diam dan mencoba menenangkan,tetapi anak kami tetap saja berteriak teriak dan marah marah sendiri

Perawat: ya , gejala yang dialami oleh anak bapak/ibu itu itu dinamakan halusinsi pendengaran ,yaitu mendengar sesuatu yang sebetulnya tidak ada yang berbicara.”tanda tandanya bicara dan tertawa sendiri atau marah marah tanpa sebab.jadi kalau anak bapak /ibu mendengar suara-suara,sebenarnya suara itu  tidak ada.

Ibu: ooo….jadi anak kami mengalami mengalami halusinasi pendengaran. Penyebabnya apa ya sus?

Perawat: Penyebabnya harga diri rendah bu. Anak ibu merasa harga dirinya rendah sehingga anak ibu menarik diri kemudian timbul halusinasi.

Ibu: Terus bagaimana cara mengatasinya sus?

Perawat:Ada beberapa cara untuk membantu anak Bapak/ibu agar bisa mengendalikan halusinasi.

Bapak: Apa cara-caranya sus?

Perawat : Cara-caranya tersebut antara lain :

            Pertama, dihadapan anak bapak/ibu, jangan membantah halusinasi atau mendukungnya. Katakan saja bapak/ibu percaya bahwa anak tersebut memang mendengar suara, tetapi bapak/ibu sendiri tidak mendengar suara apa-apa.

            Kedua, jangan biarkan anak bapak/ibu melamun dan sendiri, karena kalu melamun halusinasi akan muncul lagi. Upayakan ada orang mau bercakap-cakap dengannya. Buat kegiatan keluarga seperti makan bersama, sholat bersama-sam. Tentang kegiatan, saya telah melatih anak bapak/ibu untuk membuat jadwal kegiatan sehari-hari. Tolong bapak/ibu pantau pelaksanaannya. Yaa……dan berikan pujian jika dia lakukan! Apakah ibu mengerti?

Ibu : Iya sus saya mengerti, saya akan melakukan sesuai saran suster dan memantaunya.

Perawat : Cara yang ketiga yaitu bantu anak bapak/ibu minum obat secara teratur. Jadi bapak/ibu dapat mengingatkan kembali, ya bak/ibu…………..

Bapak : Iya sus, kami akan selalu mengingatkan anak kami agar selalu minum obat. Karena kami sangat mengharapkan anak kami cepat sembuh. Kami sangat sedih sekali dengan kondisi anak kami yang seperti ini. Oh ya sus, obatnya apa saja?

Perawat : Obatnya ada 3 macam, ini yang orange namanya CPZ gunanya untuk menghilangkaan suara-suara. Diminum 3x sehari pada jam 7 pagi, jam 1 siang, dan jam 7 malam. Yang putih namanya THP gunanya membuat rileks, jam minumnya sama dengan CPZ tadi. Yang biru namanya HP gunanya menenangkan cara berfikir, jam minumnya sama dengan CPZ. Obatnya perlu selalu diminum untuk mencegah kekambuhannya pak/bu, apakah ibu dan bapak sudah mengerti?

Ibu : Iya sus, kami mengerti.

Perawat : Yang terakhir, bila ada tanda-tanda halusinasi mulai muncul, putus halusinasi anak bapak/ibu dengan cara menepuk punggung anak bapak/ibu.Suruhlah anak bapak/ibu menghardik suara tersebut. Anak bapak/ibu sudah saya ajarkan cara halusnasi.

3. Terminasi

  1. Evaluasi Subyektif

Perawat : “Bagaimana perasaan bapak/ibu setelah kita berdiskusi memutushalusinasi anak bapak/ibu

Ibu : Perasaan saya lebih baik dari sebelumnya, dan kekhawatiran saya menjadi berkurang karena sudah mengetahui cara-cara untuk memutus halusinasi ketika halusinasi anak kami muncul.

  1. Evaluasi Obyektif

Perawat : Sekarang coba bapak/ibu sebutkan kembali tiga cara merawat anak bapak/ibu untuk memutus halusinasi.

Bapak ; Yang pertama, tidak boleh membantah halusinasi atau mendukungnya. Mengatakan percaya memang anak mendengar suara, tetapi saya sendiri tidak mendengarnya. Kedua, tidak boleh mendengarkan anak melamun dan sendiri, mengupayakan ada orang mau bercakap-cakap dengannya, dan membuatkan jadwal kegiatan sehari-hari. Ketiga, membantu anak minum obat secara teratur.

Perawat : Bagus sekali, bapak/ibu telah memahaminya.

  1. Rencana tindak lanjut

Perawat : Nah……….bagaimana kalu bapak/ibu lakukan terus selama di RS agar nanti dirumah sudah lancar.

Ibu : Iya sus, akan kami lakukan terus selama di RS.

  1. Kontrak
  • Topik

Perawat : “Baiklah, waktu kita sudah habis, bagaimana kalau dua hari lagi kita bertemu untuk mempraktekkan cara memutus halusinasi langsung dihadapan anak bapak/ibu?”

Bapak : Iya sus, kami bersedia.

  • Tempat

Perawat : Tempatnya mau dimana pak/bu?

Ibu : Disini saja sus.

  • Waktu

Perawat : Mau jam berapa ?

Bapak : Jam 09.00 wib saja, seperti hari ini.

Perawat : Baiklah bapak/ibu sampai jumpa hari selasa.

Ibu : Iya sus, kalau begitu saya permisi dahulu. Assalamu’alaikum…………

Perawat : Wa’alaikumsalam………….

Setelah mengucapkan salam kepada perawat, bapak/ibu dari anak “W” meninggalkan ruang wawancara. Mereka terlihat lebih tenang. Dan kemudian mereka menuju ruang anak “W”. Untuk melakukan cara-cara yang telah diajarkan perawat.

 

“SEKIAN TERIMA KASIH”

 

 

 

 

 

About these ads

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: